"Kita mahu berehat dalam kubur, tapi kerap berehat di dunia.
Kita tak mahu bermandi keringat di mahsyar, tapi jarang berkeringat di jalan Allah di dunia.
Kita mahu menyeberang titian sirat dalam masa yang singkat, tapi banyak masa di dunia dihabiskan sia-sia.
Kita mahu minum air telaga Rasulullah صلى الله عليه وسلم, tetapi waktu di dunia selawat terlalu sedikit.
Kita mahu masuk syurga, tetapi tidak pernah keluar dari amalan ahli neraka waktu di dunia." (Ust Hafiz)
Blog written by sister Nur Atiqah Osman. May everything written in this site is beneficial for all.
Saturday, September 24, 2011
Tuesday, September 20, 2011
Sunday, September 11, 2011
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullahshollallahu ’alaih wa sallammengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)Thursday, September 8, 2011
His Advice :')
Bismillah..
Alhamdulillah..thanks to Allah for giving me a chance to meet my beloved mudir =)
Before we go back. I asked mudir for some advices..and this is it:
1) not to watch TV too much
2) not to go out with guys who are not ur mahram until and unless you're married
3) study hard
At first I thought this advice is just something every teacher will say..common..
but as i keep thinking about it I realized there must be reasons why he said that. It's simple but you have to think deeper to get the implicit meaning.Great advice from such a respected figure.Great moment to be able to talk with him ='))
Lets pray that Allah grant him longevity filled with iman and taqwa,bless him with health and happiness now and in the hereafter,,,
Alhamdulillah..thanks to Allah for giving me a chance to meet my beloved mudir =)
Before we go back. I asked mudir for some advices..and this is it:
1) not to watch TV too much
2) not to go out with guys who are not ur mahram until and unless you're married
3) study hard
At first I thought this advice is just something every teacher will say..common..
but as i keep thinking about it I realized there must be reasons why he said that. It's simple but you have to think deeper to get the implicit meaning.Great advice from such a respected figure.Great moment to be able to talk with him ='))
Lets pray that Allah grant him longevity filled with iman and taqwa,bless him with health and happiness now and in the hereafter,,,
Saturday, August 27, 2011
MANA MILIK KITA
Sebelum kita mengeluh..sebelum kita berbangga..tanyalah
MANA MILIK KITA...
MANA MILIK KITA...
Mana milik kita
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punya
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punya
Tidak ada kita punya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannya
Kita Allah punya
Dunia ini ciptaan-Nya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannya
Kita Allah punya
Dunia ini ciptaan-Nya
Miliklah apa saja
Tidak terlepas dari ciptaan-Nya
Tidak terlepas dari ciptaan-Nya
Mana kita punya
Tidak ada kepunyaan kita
Tidak ada kepunyaan kita
Kita hanya mengusahakan
Apa yang telah ada
Apa yang telah ada
Mengapa kita sombong
Memiliki Allah punya
Mengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunya
Memiliki Allah punya
Mengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunya
Patut bersyukur kepada Allah
Yang memberi segalanya
Yang memberi segalanya
Malulah kepada Allah
Kerana milik Ia punya
Kerana milik Ia punya
Janganlah berbangga
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apa
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apa
Janganlah mengungkit
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punya
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punya
Marilah kita bersyukur
Bukan berbangga
Bukan berbangga
Bersyukur kepada Allah
Bukan mengungkit jasa
Bukan mengungkit jasa
Gunakanlah nikmat Allah itu
Untuk khidmat kepada-Nya
Selepas itu lupakan saja
Agar tidak mengungkit-ungkitnya
Untuk khidmat kepada-Nya
Selepas itu lupakan saja
Agar tidak mengungkit-ungkitnya
Tajuk Nasyid : Mana Milik Kita
Artis : Rabbani
Artis : Rabbani
Wednesday, August 24, 2011
Tuesday, August 23, 2011
Bila sudah tertulis, kau tetap jodohku ;')
Bila Sudah Tertulis, Kau Tetap Jodohku Written by Abdul Zaid Abdul Razak Selasa, 19 Julai 2011 09:49
"Abang nak dengar cerita tak?" Soal Zahra, isteriku yang baru beberapa hari kunikahi. Lembut dan lunak sekali suaranya.
Ketika itu aku sedang menghadam kitab Usul Fiqh tulisan Syekh Prof. Dr. Abd Karim Zaidan. Ulama kelahiran Iraq yang tekun mendidik dan berdakwah di Yaman. Beliau terkenal dengan kealimannya dalam bidang Fiqh dan Usul serta Dakwah.
Sengaja aku meneruskan bacaan. Aku berpura-pura seperti tidak mendengar apa-apa.
"Abang, nak dengar tak cerita saya. Emm...tak pelah." Dia mencebik muka.
Itulah yang aku tunggu. Lantasku tutup kitab fiqh dan aku letakkan di atas meja kecil disisi sofa. Aku bangun melangkah dan mendekati isteriku yang sedang duduk bersimpuh di atas lantai beralaskan permaidani berona coklat. Aku memilih kedudukan betul-betul dihadapannya. Mata kami bercantum empat. Pandangan kami menyatu. Perlahan-lahan ku hulurkan kedua tangan, dan ku pegang pipinya. Lalu ku dekatkan bibir ke wajahnya. Dia menutup mata. Kemudian... tangan nakal ku mencubit lembut hidungnya.
"Haa! haa..!" Aku pantas bangkit dan melarikan diri.
"Abang!" Zahra cukup geram dengan perbuatanku tadi. Dia terus bingkas dan mengejar-ngejar aku dibelakang.
Suasana menjadi riuh dengan suara gelak dan tawa kami. Gelagat kami seakan-anak anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran. Mujurlah kami belum punya cahaya mata. Kalau tidak pasti mereka merasa pelik melihat gelagat kami yang seperti mengalahkan mereka ini. Melihat keadaan isteri yang semakin letih, aku tidak betah untuk terus berlari. Sengaja ku beralah. Pantas sahaja dia menangkap tubuhku, lalu melancarkan serangan. Berkali-kali.
"Sayang! Abang cubit sekali je tadi," ujarku cuba membela diri sambil ketawa.
"Ah. Tak kiralah abang yang mula dulu. Sekarang terimalah balasannya." Zahra sehabis mungkin mengenakanku kembali. Habis tubuhku dicubitnya manja. Dia mengilai riang, kemenangan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya mampu redha dengan kemenangan Zahra. Seraya itu, ku perhatikan tingkahnya. Suaranya. Gelak tawanya. Manja dan menawan hati. Dia benar-benar mampu mengubat hatiku, aku benar-benar gembira dan bersyukur pada Allah kerana dijodohkan dengan wanita semulia dan secantik Zahra. Terima kasih Allah!
Dalam kegembiraan dia mencubitku, dengan pantasku tangkap serangan terakhirnya. Aku pegang kedua tangannya. Zahra terdiam kaku. Aku pandang tepat ke wajahnya. Sedikit titik air terlihat dikelopak matanya. Aku sekat air mata bahagia itu dengan jari jemariku. Perlahan-lahanku kucup ubun-ubunnya, lembut dan kurangkul tubuhnya erat dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang yang dibina kerana Allah. Aku bahagia, dan ku pasti dia juga turut merasai kebahagiaan ini.
"Abang ni, sampai hati kenakan Zahra tau!" Dia pura-pura merajuk dan membulatkan matanya, walaupun begitu tetap terpancar rona-rona keceriaan disebalik rajukan yang dibuat-buat itu.
"Sekali-sekala abang nak bergurau dengan Zahra, seronok juga kan." Selorohku sambil ketawa kecil.
Aku memimpin Zahra dan membawanya ke arah kerusi yang terletak di balkoni. Daripada balkoni itu, kami dapat menikmati angin bayu yang begitu mendamaikan kerana balkoni tersebut benar-benar menghadap pantai. Aku selesa disini bersama isteriku yang tercinta. Kami masing-masing mendiamkan diri, menikmati kedinginan malam dan keindahan bulan di langit. Butir-butir bintang berkelip indah, bukti kekuasaan Yang Maha Esa. Beberapa ketika selepas itu, aku memperbetulkan kedudukan ku diatas kerusi dan merebahkan tubuh ke sandaran kerusi berlapikkan span. Zahra tanpa disuruh, menyandarkan kepalanya ke dadaku. Hati ini terasa sejuk dan tenang sekali. Alangkah indahnya nikmat Tuhan, aku dapat bermesraan dengan wanita yang halal bagiku, sudah tentu ia akan dikira sebagai ibadah. Dalam sepi aku terfikir, inilah hikmah perkahwinan yang seringku baca dalam kitab-kitab dan hadith-hadith Nabi, sesungguhnya Allah telah membuka pintu-pintu kenikmatan yang membuahkan pahala.
Lama membisu dan melayan perasaan, tiba-tiba Zahra mengungkapkan tutur yang membelah kesunyian."Pernah suatu ketika dulu, sebelum Allah menyatukan kita. Waktu itu kita sama-sama menuntut di universiti. Zahra begitu kagum dengan seorang pemuda. Zahra rasa dia adalah lelaki paling mulia di dunia. Dialah pemuda sejati yang menempatkan ibadah dan dakwah di atas segalanya. Sungguh Zahra kagum dengan keperibadiannya. Kebijaksanaannya menyantuni orang-orang sekeliling membuatkan hati-hati yang menjadi dekat dengannya. Bicaranya ibarat zikir-zikir yang sering mengingatkan orang-orang sekeliling akan Allah. Tingkahnya membuatkan orang-orang merasa senang bahkan bisa tersentuh."
Aku cuma mendengar. Membiarkan Zahra meneruskan kalimah-kalimahnya.
"Zahra tidak pernah menyangka Zahra sudah jatuh hati pada pemuda itu. Sungguh Zahra tidak pernah menyangka perasaan itu dan Zahra pernah berkali-kali menafikannya. Namun Zahra tidak kuat menolak cinta yang hadir dalam diri. Zahra tewas dengan perasaan sendiri."
Kemudian Zahra terdiam. Dia memandangku dengan pandangan sayu.
Wajahku seakan berubah. Demi Allah, aku benar-benar cemburu kepada pemuda itu. Masakan dia bisa mencuri hati seorang wanita mulia. Seorang muslimah yang sangat aku sanjungi dan kagumi keperibadiannya. Malah, wanita ini sekarang telah menjadi permaisuri hidupku. Aku ingin sekali bertanya. Pelbagai persoalan muncul di fikiranku namun ku biarkan Zahra dengan bicaranya dan aku akan cuba dengar dengan saksama.
"Namun abang, Zahra masih kuat untuk mendidik nafsu sendiri. Zahra tidak tertewas dengan pujukan syaitan yang berkali-kali mengajak Zahra menerobos ke ruang maksiat. Zahra masih punya sifat malu yang menebal. Mustahil untuk Zahra menanggalkan pakaian mulia itu. Pakaian yang dinamakan malu. Maka dengan perasaan malu yang mendalam itulah Zahra bertahan membuang segala rasa yang mungkin mengganggu hari-hari Zahra. Zahra tidak mahu terjebak ke jurang cinta seusia itu kerana Zahra telah tekadkan dalam diri bahawa hidup saya semata-mata untuk menelaah ilmu dan menjunjung perintah Allah didalam al-Quran. Cinta sebelum bernikah adalah cinta semu yang tidak harus diagung-agungkan. Lalu Zahra pendamkan rasa cinta Zahra pada pemuda itu, kerana Zahra berkeyakinan bahawa jodoh adalah rahsia Allah yang tidak bisa disingkap oleh insan melainkan dengan kudrat-Nya."
Zahra berhenti berbicara seketika. Dia menarik nafas dalam-dalam. Perkara ini seperti terlalu serius dan penting baginya. Aku menjadi risau dan soalan demi soalan kian menjengah ke dalam fikiranku.
"Zahra berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Bulat-bulat Zahra berserah kepada Allah perihal jodoh. Kerana Zahra yakin akan bicara Allah dalam kalam-Nya:"(lazimnya) perempuan-perempuan Yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki Yang jahat, dan lelaki-lelaki Yang jahat untuk perempuan-perempuan Yang jahat; dan (sebaliknya) perempuan-perempuan Yang baik untuk lelaki-lelaki Yang baik, dan lelaki-lelaki Yang baik untuk perempuan-perempuan Yang baik. mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) Yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat); mereka (yang baik) itu akan beroleh pengampunan (dari Allah) dan pengurniaan Yang mulia." (Surah An-Nuur:26)"
Zahra memandangku lembut. Dia pasti dapat meneka riak air mukaku. Aku cemburu Ya Allah. Mengapa perlu isteriku ini bercerita perihal pemuda lain dihadapanku. Walaupun aku kini pemiliknya yang sah namun aku tidak dapat menghalang jiwaku daripada perasaan cemburu ini. Namun Zahra masih mahu menyambung kisah nya.
"Pemuda yang mulia untuk wanita yang mulia. Jadi, Zahra berdoa tidak henti-henti moga Zahra dipertemukan dengan pemuda itu jika Allah mengkehendaki."
Tanpaku sedari Zahra mencuri pandang kearahku. Dia kini seperti menangkap perasaan di hatiku yang sedari tadi membuak-buak rasa cemburu.
"Abang cemburu?" Soalnya lembut dan manja.
"Love is never without jealousy," jawabku perlahan. Zahra berterusan membisu dan memandangku seakan mengerti masih ada bait-bait kata yang ingin aku ucapkan kepadanya.
"Bertuahnya lelaki tu. Mesti dia seorang yang hebat kan? Yelah, seorang wanita secantik dan semulia Zahra pun memuji dan mencintainya. Siapa lelaki tu sayang? Abang kenal dia?" Aku menyoal Zahra bertubi-tubi namun nadaku masih lembut walaupun hatiku bergetar ingin tahu siapa lelaki yang isteriku cintai ini.
"Abang nak tahu siapa dia?" soalnya semula kepadaku. Eh, bukankah aku yang banyak bertanya soalan kepada dia tapi dia pula yang menyoalku kembali. Aku berasa sedikit geram dalam penantian.
Dia kemudian memegang tanganku dan diciumnya dengan penuh takzim. Lalu dengan sungguh-sungguh dia berkata.
"Abang, you are the man that i loved since the first time i met you in University. Zaid! Masya-Allah, now you've already be my husband, and i will give all my life to you, in the name of Allah."
Hatiku gerimis. Basah dengan bicaranya yang penuh makna. Aku pandang wajahnya dalam-dalam sembari menikmati keindahan dan kecantikan wajahnya. Hatiku kini tenang. Sungguh benar sabda Nabi Muhammad SAW:
"Sebaik-baik isteri adalah yang jika kamu memandangnya membuatkan hatimu senang, jika kamu perintahkannya dia mentaatiku, dan jika kamu tinggalkannya maka dia akan menjaga untukmu harta dan dirinya." (Hadis riwayat Ibn Jabir)
"Sayang, wajahmu seindah bidadari di syurga. Abang sangat beruntung dan bangga kerana menikahi seorang isteri solehah seperti sayang" Lirihku lembut.
"Dan abang adalah lelaki terbaik yang pernah Zahra temui. Abang cinta pertama dan terakhir Zahra." Lirihnya kembali.
Perasaan kami, jiwa kami, hati kami, segalanya kini bersatu. Aku mencintai isteriku dan berjanji akan selamanya menjaga amanah Allah ini hingga ke syurga. Akan kami teruskan ibadah yang suci ini dan kami mengharapkan akan dikurniakan anak-anak yang soleh yang akan memakmurkan bumi Allah dengan kebenaran dan rahmat Islam kelak.
"Dan di antara tanda-tanda Yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, Bahawa ia menciptakan untuk kamu (Wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikannya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya Yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang Yang berfikir." (Surah Ar-Ruum: 21)
iluvislam.com
"Abang nak dengar cerita tak?" Soal Zahra, isteriku yang baru beberapa hari kunikahi. Lembut dan lunak sekali suaranya.
Ketika itu aku sedang menghadam kitab Usul Fiqh tulisan Syekh Prof. Dr. Abd Karim Zaidan. Ulama kelahiran Iraq yang tekun mendidik dan berdakwah di Yaman. Beliau terkenal dengan kealimannya dalam bidang Fiqh dan Usul serta Dakwah.
Sengaja aku meneruskan bacaan. Aku berpura-pura seperti tidak mendengar apa-apa.
"Abang, nak dengar tak cerita saya. Emm...tak pelah." Dia mencebik muka.
Itulah yang aku tunggu. Lantasku tutup kitab fiqh dan aku letakkan di atas meja kecil disisi sofa. Aku bangun melangkah dan mendekati isteriku yang sedang duduk bersimpuh di atas lantai beralaskan permaidani berona coklat. Aku memilih kedudukan betul-betul dihadapannya. Mata kami bercantum empat. Pandangan kami menyatu. Perlahan-lahan ku hulurkan kedua tangan, dan ku pegang pipinya. Lalu ku dekatkan bibir ke wajahnya. Dia menutup mata. Kemudian... tangan nakal ku mencubit lembut hidungnya.
"Haa! haa..!" Aku pantas bangkit dan melarikan diri.
"Abang!" Zahra cukup geram dengan perbuatanku tadi. Dia terus bingkas dan mengejar-ngejar aku dibelakang.
Suasana menjadi riuh dengan suara gelak dan tawa kami. Gelagat kami seakan-anak anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran. Mujurlah kami belum punya cahaya mata. Kalau tidak pasti mereka merasa pelik melihat gelagat kami yang seperti mengalahkan mereka ini. Melihat keadaan isteri yang semakin letih, aku tidak betah untuk terus berlari. Sengaja ku beralah. Pantas sahaja dia menangkap tubuhku, lalu melancarkan serangan. Berkali-kali.
"Sayang! Abang cubit sekali je tadi," ujarku cuba membela diri sambil ketawa.
"Ah. Tak kiralah abang yang mula dulu. Sekarang terimalah balasannya." Zahra sehabis mungkin mengenakanku kembali. Habis tubuhku dicubitnya manja. Dia mengilai riang, kemenangan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya mampu redha dengan kemenangan Zahra. Seraya itu, ku perhatikan tingkahnya. Suaranya. Gelak tawanya. Manja dan menawan hati. Dia benar-benar mampu mengubat hatiku, aku benar-benar gembira dan bersyukur pada Allah kerana dijodohkan dengan wanita semulia dan secantik Zahra. Terima kasih Allah!
Dalam kegembiraan dia mencubitku, dengan pantasku tangkap serangan terakhirnya. Aku pegang kedua tangannya. Zahra terdiam kaku. Aku pandang tepat ke wajahnya. Sedikit titik air terlihat dikelopak matanya. Aku sekat air mata bahagia itu dengan jari jemariku. Perlahan-lahanku kucup ubun-ubunnya, lembut dan kurangkul tubuhnya erat dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang yang dibina kerana Allah. Aku bahagia, dan ku pasti dia juga turut merasai kebahagiaan ini.
"Abang ni, sampai hati kenakan Zahra tau!" Dia pura-pura merajuk dan membulatkan matanya, walaupun begitu tetap terpancar rona-rona keceriaan disebalik rajukan yang dibuat-buat itu.
"Sekali-sekala abang nak bergurau dengan Zahra, seronok juga kan." Selorohku sambil ketawa kecil.
Aku memimpin Zahra dan membawanya ke arah kerusi yang terletak di balkoni. Daripada balkoni itu, kami dapat menikmati angin bayu yang begitu mendamaikan kerana balkoni tersebut benar-benar menghadap pantai. Aku selesa disini bersama isteriku yang tercinta. Kami masing-masing mendiamkan diri, menikmati kedinginan malam dan keindahan bulan di langit. Butir-butir bintang berkelip indah, bukti kekuasaan Yang Maha Esa. Beberapa ketika selepas itu, aku memperbetulkan kedudukan ku diatas kerusi dan merebahkan tubuh ke sandaran kerusi berlapikkan span. Zahra tanpa disuruh, menyandarkan kepalanya ke dadaku. Hati ini terasa sejuk dan tenang sekali. Alangkah indahnya nikmat Tuhan, aku dapat bermesraan dengan wanita yang halal bagiku, sudah tentu ia akan dikira sebagai ibadah. Dalam sepi aku terfikir, inilah hikmah perkahwinan yang seringku baca dalam kitab-kitab dan hadith-hadith Nabi, sesungguhnya Allah telah membuka pintu-pintu kenikmatan yang membuahkan pahala.
Lama membisu dan melayan perasaan, tiba-tiba Zahra mengungkapkan tutur yang membelah kesunyian."Pernah suatu ketika dulu, sebelum Allah menyatukan kita. Waktu itu kita sama-sama menuntut di universiti. Zahra begitu kagum dengan seorang pemuda. Zahra rasa dia adalah lelaki paling mulia di dunia. Dialah pemuda sejati yang menempatkan ibadah dan dakwah di atas segalanya. Sungguh Zahra kagum dengan keperibadiannya. Kebijaksanaannya menyantuni orang-orang sekeliling membuatkan hati-hati yang menjadi dekat dengannya. Bicaranya ibarat zikir-zikir yang sering mengingatkan orang-orang sekeliling akan Allah. Tingkahnya membuatkan orang-orang merasa senang bahkan bisa tersentuh."
Aku cuma mendengar. Membiarkan Zahra meneruskan kalimah-kalimahnya.
"Zahra tidak pernah menyangka Zahra sudah jatuh hati pada pemuda itu. Sungguh Zahra tidak pernah menyangka perasaan itu dan Zahra pernah berkali-kali menafikannya. Namun Zahra tidak kuat menolak cinta yang hadir dalam diri. Zahra tewas dengan perasaan sendiri."
Kemudian Zahra terdiam. Dia memandangku dengan pandangan sayu.
Wajahku seakan berubah. Demi Allah, aku benar-benar cemburu kepada pemuda itu. Masakan dia bisa mencuri hati seorang wanita mulia. Seorang muslimah yang sangat aku sanjungi dan kagumi keperibadiannya. Malah, wanita ini sekarang telah menjadi permaisuri hidupku. Aku ingin sekali bertanya. Pelbagai persoalan muncul di fikiranku namun ku biarkan Zahra dengan bicaranya dan aku akan cuba dengar dengan saksama.
"Namun abang, Zahra masih kuat untuk mendidik nafsu sendiri. Zahra tidak tertewas dengan pujukan syaitan yang berkali-kali mengajak Zahra menerobos ke ruang maksiat. Zahra masih punya sifat malu yang menebal. Mustahil untuk Zahra menanggalkan pakaian mulia itu. Pakaian yang dinamakan malu. Maka dengan perasaan malu yang mendalam itulah Zahra bertahan membuang segala rasa yang mungkin mengganggu hari-hari Zahra. Zahra tidak mahu terjebak ke jurang cinta seusia itu kerana Zahra telah tekadkan dalam diri bahawa hidup saya semata-mata untuk menelaah ilmu dan menjunjung perintah Allah didalam al-Quran. Cinta sebelum bernikah adalah cinta semu yang tidak harus diagung-agungkan. Lalu Zahra pendamkan rasa cinta Zahra pada pemuda itu, kerana Zahra berkeyakinan bahawa jodoh adalah rahsia Allah yang tidak bisa disingkap oleh insan melainkan dengan kudrat-Nya."
Zahra berhenti berbicara seketika. Dia menarik nafas dalam-dalam. Perkara ini seperti terlalu serius dan penting baginya. Aku menjadi risau dan soalan demi soalan kian menjengah ke dalam fikiranku.
"Zahra berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Bulat-bulat Zahra berserah kepada Allah perihal jodoh. Kerana Zahra yakin akan bicara Allah dalam kalam-Nya:"(lazimnya) perempuan-perempuan Yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki Yang jahat, dan lelaki-lelaki Yang jahat untuk perempuan-perempuan Yang jahat; dan (sebaliknya) perempuan-perempuan Yang baik untuk lelaki-lelaki Yang baik, dan lelaki-lelaki Yang baik untuk perempuan-perempuan Yang baik. mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) Yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat); mereka (yang baik) itu akan beroleh pengampunan (dari Allah) dan pengurniaan Yang mulia." (Surah An-Nuur:26)"
Zahra memandangku lembut. Dia pasti dapat meneka riak air mukaku. Aku cemburu Ya Allah. Mengapa perlu isteriku ini bercerita perihal pemuda lain dihadapanku. Walaupun aku kini pemiliknya yang sah namun aku tidak dapat menghalang jiwaku daripada perasaan cemburu ini. Namun Zahra masih mahu menyambung kisah nya.
"Pemuda yang mulia untuk wanita yang mulia. Jadi, Zahra berdoa tidak henti-henti moga Zahra dipertemukan dengan pemuda itu jika Allah mengkehendaki."
Tanpaku sedari Zahra mencuri pandang kearahku. Dia kini seperti menangkap perasaan di hatiku yang sedari tadi membuak-buak rasa cemburu.
"Abang cemburu?" Soalnya lembut dan manja.
"Love is never without jealousy," jawabku perlahan. Zahra berterusan membisu dan memandangku seakan mengerti masih ada bait-bait kata yang ingin aku ucapkan kepadanya.
"Bertuahnya lelaki tu. Mesti dia seorang yang hebat kan? Yelah, seorang wanita secantik dan semulia Zahra pun memuji dan mencintainya. Siapa lelaki tu sayang? Abang kenal dia?" Aku menyoal Zahra bertubi-tubi namun nadaku masih lembut walaupun hatiku bergetar ingin tahu siapa lelaki yang isteriku cintai ini.
"Abang nak tahu siapa dia?" soalnya semula kepadaku. Eh, bukankah aku yang banyak bertanya soalan kepada dia tapi dia pula yang menyoalku kembali. Aku berasa sedikit geram dalam penantian.
Dia kemudian memegang tanganku dan diciumnya dengan penuh takzim. Lalu dengan sungguh-sungguh dia berkata.
"Abang, you are the man that i loved since the first time i met you in University. Zaid! Masya-Allah, now you've already be my husband, and i will give all my life to you, in the name of Allah."
Hatiku gerimis. Basah dengan bicaranya yang penuh makna. Aku pandang wajahnya dalam-dalam sembari menikmati keindahan dan kecantikan wajahnya. Hatiku kini tenang. Sungguh benar sabda Nabi Muhammad SAW:
"Sebaik-baik isteri adalah yang jika kamu memandangnya membuatkan hatimu senang, jika kamu perintahkannya dia mentaatiku, dan jika kamu tinggalkannya maka dia akan menjaga untukmu harta dan dirinya." (Hadis riwayat Ibn Jabir)
"Sayang, wajahmu seindah bidadari di syurga. Abang sangat beruntung dan bangga kerana menikahi seorang isteri solehah seperti sayang" Lirihku lembut.
"Dan abang adalah lelaki terbaik yang pernah Zahra temui. Abang cinta pertama dan terakhir Zahra." Lirihnya kembali.
Perasaan kami, jiwa kami, hati kami, segalanya kini bersatu. Aku mencintai isteriku dan berjanji akan selamanya menjaga amanah Allah ini hingga ke syurga. Akan kami teruskan ibadah yang suci ini dan kami mengharapkan akan dikurniakan anak-anak yang soleh yang akan memakmurkan bumi Allah dengan kebenaran dan rahmat Islam kelak.
"Dan di antara tanda-tanda Yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, Bahawa ia menciptakan untuk kamu (Wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikannya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya Yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang Yang berfikir." (Surah Ar-Ruum: 21)
iluvislam.com
Monday, August 22, 2011
Sakit Adalah Penggugur Dosa :)
Bismillah
Alhamdulillah mlm ni da 23 Ramadan..pantas sungguh masa berlalu. :)
Hari ini, setelah sekian lama lalai akan nikmat sihat, hari ini saya sedar kembali...
sudah masuk 3 hari demam,sakit kepala, batuk dan selsema.. Ini membuat saya agak lewat mengulangkaji pelajaran untuk kertas ujian yang tidak lama lagi. Tapi ini menyedarkan saya bahawa shat itu nikmat yg tak dapat dibeli..sakit itu pula tanda Allah masih memerhatikan kita......
Sakit Adalah Penggugur Dosa :)
saat kepala sedang begitu sakit, saya tersenyum bila membaca ayat di atas. Memang sudah masanya Allah menggugurkan dosa-dosa saya yg memuncak,yang menggunung tinggi..Alhamdulillah =)) Allah masih sayang saya~
Dan kini, saya harus melawan sakit ini dan teruskan perjuangan mengulangkaaji ^_^
doakan ye kawan2!!
Allahumma Ballighna Lailatul Qadr!
Thursday, August 18, 2011
Bismillah..Alhamdulillah...
hari ini sudah masuk hari ke18 Ramadhan :')
Reflection:
What have we done for the past 18 days?
"mari muhasabah, entah kenapa kita masih dihidupkan untuk ramadhan hari ini."-ust Zahid
Apa pula rancangan kita untuk 12 hari lagi sebelum Ramadhan pergi...yang belum jamin kita dapat bertemu dgn nya lagi...
Semoga Ramadhan kali ini tidak disia-siakan.
Sebenarnya apa yang saya nak tulis di bawah mengambil masa yang panjang sebelum saya akhirnya membuat keputusan untuk meng-post nya. takut2 sifat takabbur menguasai diri.
Smoga Allah jauhkan diriku dari sifat keji itu.
Bismillah...
Sejak berakhirnya belajar di madrasah, saya tercari-cari identiti diri saya. Apa yang saya sebenarnya ingin kan.. 'pelayaran' itu saya mulakan dengan menghadiri majlis2 ilmu. Walau sesetengah pihak kata bid'ah dan sebagainya..saya teruskan juga. Pada mulanya, saya tidak memberitahu ibu ayah kerana takut mereka juga tidak mengizinkan(wal hal, sbnr nya mereka sgt mengizinkn sy pergi.. :D )
Antara majlis pertama yang saya pergi ialah, majlis ilm Habib Umar Al-Hafiz. Saya menghadirinya sendirian, tanpa memberitahu sesiapa pun. Malah, pada ketika itu, saya tidak tahu siapa sebenarnya Habib Umar,,saya pergi hanya untuk cuba-cuba dan curious..saya dpt rasakan sesuatu bila melihat ramainye org yang hadir. setelah habis majlis, saya pulang..dan hati masih tertanya-tanya siapa dan siapa Habib Umar..
mula lah saya 'research' tentang Habib dan DARUL MUSTAFA! SSubhanallah....baru saya tahu masih ada tempat yang..subhanallah hebat dan indahnya di bumi ini!
Bermula dari ini lah, saya mula ke majlis2 yang lain. Dan nak tk nak, harus bilang ibu ayah supaya setiap kali saya keluar rumah mendapat keredhaan mereka..
Setelah beberapa kali pergi ke sana sini mencari ilmu,lebih2 lagi ketika itu saya belum mula sekolah di poly, saya ditegur: " pergi majlis sana sini tapi solat masih gitu jugak.."
Kata2 beliau bagai satu tamparan. saya harus berubah.. saya harus mantapkan solat.. dan sungguh ia bukan lah mudah..kerana nafsu masih menguasai. pelan2...hingga kini saya masih berusaha memantapkn solat..
Solat..lagi? Sudah masanya saya tingkatkan amalan sunnah..dan lebih cuba memakai pakaian yang lebih sempurna menutup auratnya;seperti tudung yang labuh..kurangkan solekan..
Kurangkn juga mndengar musik yg melalaikn dari mengingatiNya walau sesaat..
Dan alhamdulillah sepanjang 'pelayaran' ini, Allah beri saya kawan2 baru yang sama2 ingin berubah dan ramai lagi asatizah yang saya jumpa yang mnjadi inspirasi saya .
Barakallahu fiihim.
Sebelum itu, bukan sya tidak ada kawan yang baik dan asatizah yang menjadi inspirasi..ada..ttp kehadiran yang baru lebih membuka hati saya ini...Malah, org pertama yang membuat saya ingin lebih cinta pd Baginda s.a.w adalah ustzh saya sndr dari Madrasah..tazkirah yang beliau buat tentang cinta pada Saidina Al Mustafa membuat saya tertanya-tanya, saya ini cinta atau tidak pada Baginda.....ALLAH....
Semoga Allah merahmati semua kawan2 dan asatizah...Amiin!
'Pelayaran' ini terasa singkat ? adakah saya berubah terlalu drastic? Tidak... saya melakukannya sedikit demi sedikit.. bagi yang rasa ini masih drastic..pelan2 kan lah pelayaran mu.. insyaAllah istiqamah..
Hanya mungkn, bagi saya.. saya takut sgt ajal menjemput dgn tiba2 dan saya masih begitu saja...
Bukankah mati itu Nasihat yang paling baik untuk orang2 beriman! ingatlah..akan mati..sebelum melakukan apa saja.. kerana keredhaan Allah dan Nabiyuna Muhd yang dicari..
Saya tulis ini sekadar perkongsian bahawa setiap manusia boleh berubah jika dia berusaha..walau tanpa teman di sisi di saat penghijrahan itu..
dlm penghijrahan itu, akan kamu rasakan lebih indah hidup ini..hati takkan kosong kerana cinta Allah dan Baginda dan ikhwan filIslam sentiasa ada di hati..
Selamat mulakan pelayaran/penghijraan..semoga destinasi terakhir kita semua adalah di syurga, dekat dgn Baginda s.a.w! amiin
hari ini sudah masuk hari ke18 Ramadhan :')
Reflection:
What have we done for the past 18 days?
"mari muhasabah, entah kenapa kita masih dihidupkan untuk ramadhan hari ini."-ust Zahid
Apa pula rancangan kita untuk 12 hari lagi sebelum Ramadhan pergi...yang belum jamin kita dapat bertemu dgn nya lagi...
Semoga Ramadhan kali ini tidak disia-siakan.
Sebenarnya apa yang saya nak tulis di bawah mengambil masa yang panjang sebelum saya akhirnya membuat keputusan untuk meng-post nya. takut2 sifat takabbur menguasai diri.
Smoga Allah jauhkan diriku dari sifat keji itu.
Bismillah...
Sejak berakhirnya belajar di madrasah, saya tercari-cari identiti diri saya. Apa yang saya sebenarnya ingin kan.. 'pelayaran' itu saya mulakan dengan menghadiri majlis2 ilmu. Walau sesetengah pihak kata bid'ah dan sebagainya..saya teruskan juga. Pada mulanya, saya tidak memberitahu ibu ayah kerana takut mereka juga tidak mengizinkan(wal hal, sbnr nya mereka sgt mengizinkn sy pergi.. :D )
Antara majlis pertama yang saya pergi ialah, majlis ilm Habib Umar Al-Hafiz. Saya menghadirinya sendirian, tanpa memberitahu sesiapa pun. Malah, pada ketika itu, saya tidak tahu siapa sebenarnya Habib Umar,,saya pergi hanya untuk cuba-cuba dan curious..saya dpt rasakan sesuatu bila melihat ramainye org yang hadir. setelah habis majlis, saya pulang..dan hati masih tertanya-tanya siapa dan siapa Habib Umar..
mula lah saya 'research' tentang Habib dan DARUL MUSTAFA! SSubhanallah....baru saya tahu masih ada tempat yang..subhanallah hebat dan indahnya di bumi ini!
Bermula dari ini lah, saya mula ke majlis2 yang lain. Dan nak tk nak, harus bilang ibu ayah supaya setiap kali saya keluar rumah mendapat keredhaan mereka..
Setelah beberapa kali pergi ke sana sini mencari ilmu,lebih2 lagi ketika itu saya belum mula sekolah di poly, saya ditegur: " pergi majlis sana sini tapi solat masih gitu jugak.."
Kata2 beliau bagai satu tamparan. saya harus berubah.. saya harus mantapkan solat.. dan sungguh ia bukan lah mudah..kerana nafsu masih menguasai. pelan2...hingga kini saya masih berusaha memantapkn solat..
Solat..lagi? Sudah masanya saya tingkatkan amalan sunnah..dan lebih cuba memakai pakaian yang lebih sempurna menutup auratnya;seperti tudung yang labuh..kurangkan solekan..
Kurangkn juga mndengar musik yg melalaikn dari mengingatiNya walau sesaat..
Dan alhamdulillah sepanjang 'pelayaran' ini, Allah beri saya kawan2 baru yang sama2 ingin berubah dan ramai lagi asatizah yang saya jumpa yang mnjadi inspirasi saya .
Barakallahu fiihim.
Sebelum itu, bukan sya tidak ada kawan yang baik dan asatizah yang menjadi inspirasi..ada..ttp kehadiran yang baru lebih membuka hati saya ini...Malah, org pertama yang membuat saya ingin lebih cinta pd Baginda s.a.w adalah ustzh saya sndr dari Madrasah..tazkirah yang beliau buat tentang cinta pada Saidina Al Mustafa membuat saya tertanya-tanya, saya ini cinta atau tidak pada Baginda.....ALLAH....
Semoga Allah merahmati semua kawan2 dan asatizah...Amiin!
'Pelayaran' ini terasa singkat ? adakah saya berubah terlalu drastic? Tidak... saya melakukannya sedikit demi sedikit.. bagi yang rasa ini masih drastic..pelan2 kan lah pelayaran mu.. insyaAllah istiqamah..
Hanya mungkn, bagi saya.. saya takut sgt ajal menjemput dgn tiba2 dan saya masih begitu saja...
Bukankah mati itu Nasihat yang paling baik untuk orang2 beriman! ingatlah..akan mati..sebelum melakukan apa saja.. kerana keredhaan Allah dan Nabiyuna Muhd yang dicari..
Saya tulis ini sekadar perkongsian bahawa setiap manusia boleh berubah jika dia berusaha..walau tanpa teman di sisi di saat penghijrahan itu..
dlm penghijrahan itu, akan kamu rasakan lebih indah hidup ini..hati takkan kosong kerana cinta Allah dan Baginda dan ikhwan filIslam sentiasa ada di hati..
Selamat mulakan pelayaran/penghijraan..semoga destinasi terakhir kita semua adalah di syurga, dekat dgn Baginda s.a.w! amiin
Subscribe to:
Posts (Atom)


